From Strategy, Design to Deployment



Semua kelas, webinar, dan eBook dalam satu paket. Klik tiap item buat lihat detailnya.
Desain yang kuat bukan cuma soal screen yang bagus. Tapi soal keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan. AI bisa membantu desainer bergerak lebih cepat, tapi kecepatan bukan pengganti cara berpikir
Di kelas ini, kamu akan belajar membangun blueprint desain yang punya jejak keputusan mulai dari membaca brief, mengunci asumsi, merumuskan problem, menyusun HMW, memprioritaskan solusi, melakukan reference scan, menulis PRD, sampai menerjemahkannya menjadi user flow, design system, hi-fi design, dan stakeholder deck, bukan sekadar belajar membuat UI
Kamu belajar bagaimana berpikir, memutuskan, dan menjelaskan kenapa sebuah desain layak dibangun.
Fondasi Blueprint Design: Membangun blueprint dari asumsi, reference, dan prioritas, membuat living document, FigJam board, dan PRD, menentukan tool split dan naming convention, menerjemahkan domain dari brief agar bisa divalidasi stakeholder, membuka kembali keputusan lama tanpa kehilangan decision history
Assumptions, Research & Constraints: Mengunci asumsi berdasarkan bahasa asli brief, menentukan kapan sebuah asumsi wajib diriset, menyimpan evidence, kutipan, dan sumber di living document, memastikan platform, format, bahasa, dan deliverable, push back terhadap asumsi yang berisiko tanpa kehilangan konteks
Problem Framing, HMW & Persona: Problem map, HMW, dan persona yang menjadi tulang punggung project.
Prioritas & Solution Concepts: prioritized solution concepts dan affinity map.
Hi-Fi, Domain Audit & Stakeholder Deck: hi-fi design, domain audit, dan stakeholder deck yang siap dipresentasikan.
Karena naik level sebagai desainer bukan cuma tentang bisa membuat UI yang lebih bagus.
The Designer’s Blueprint mengajarkan sistem untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kompleks. AI digunakan untuk mempercepat research, eksplorasi, dan eksekusi tetapi arah, prioritas, dan keputusan tetap berasal dari designer.
Product Designer: Yang ingin naik level dari eksekutor screen menjadi designer yang mampu memimpin proses dan keputusan desain
UI/UX Designer: Yang ingin memahami hubungan antara research, problem framing, requirement, flow, dan interface
Brand/Visual Designer: Yang ingin masuk lebih dalam ke product thinking dan memahami bagaimana keputusan visual terhubung dengan problem produk
Senior Designer/Design Lead: Yang ingin punya framework untuk mendokumentasikan reasoning, mengaudit keputusan, dan berkomunikasi dengan stakeholder
Aspiring Product Strategist: Yang ingin memahami bagaimana sebuah problem diterjemahkan menjadi requirement dan solusi produk
Framework lengkap dari Brief → Problem → HMW → Priority → Solution → Reference → PRD → Flow → Design System → Hi-Fi → Audit → Stakeholder Deck.
Living Document System
Problem & HMW Framework
PRD Framework
Reference Research System
User Flow & Design System Framework
Domain Audit Checklist
Stakeholder Deck Framework
Alif LaikpadadaProduct DesignerAI bisa menghasilkan code dalam hitungan detik. Tapi tanpa workflow yang jelas, proses development bisa berubah menjadi trial-and-error: prompt semakin panjang, context semakin berantakan, dan debugging semakin sulit
The Vibe Coding Workflow mengajarkan cara membangun aplikasi dengan AI Agents melalui workflow yang lebih terstruktur dari problem research, planning, context engineering, development, testing, hingga shipping.
Kelas lengkap dan hands-on buat frontend dev/designer yang mau naik level dari "bisa bikin demo pakai AI" jadi "bisa nge-ship produk beneran pakai AI"
Understanding AI: Menggali problem asli dari sebuah brief, memisahkan requested feature dengan actual problem, memahami perbedaan model vs harness, mengenal berbagai model dan AI development tools, memilih model berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar yang paling powerful
Specify the Build: Interview dengan LLM untuk menggali requirement, research aplikasi yang sudah ada, menentukan scope MVP, menentukan apa yang tidak akan dibangun, stress-test specification untuk menemukan edge cases, enulis prompt dan specification yang lebih presisi
Context Engineering: Context system untuk project yang bisa digunakan lintas agent
Build Anti-Slop Screens: Belajar mengontrol output melalui design tokens, typography, spacing system, components & variants, UI states
Database & Security: Database yang terhubung dengan policy per-user + security review checklist
Verification: verification workflow untuk review, test, dan debug AI-generated code.
Because Vibe Coding Without a System Gets Messy Fast. Masalah dalam vibe coding biasanya bukan karena AI tidak bisa menulis kode.
Kelas ini mengajarkan workflow di balik AI-assisted development supaya kamu tidak hanya tahu cara meminta AI membuat sesuatu, tetapi tahu bagaimana mengarahkan, mengontrol, memeriksa, dan membawa hasilnya sampai production.
Vibe Coder: Yang sudah mencoba membangun dengan AI tetapi mulai menemukan masalah ketika project semakin kompleks.
Developer: Yang ingin mengintegrasikan AI Agents ke dalam software development workflow.
Designer yang ingin build: Yang ingin membawa design dan product idea langsung menjadi functional application.
Product Builder / Founder: Yang ingin mengubah problem dan product idea menjadi MVP yang benar-benar bisa digunakan.
Satu produk beneran dari nol sampai live:
Mulai dari nyari masalah asli
Bikin spec
Bangun design system + token
Bikin UI anti-slop
Sambungin backend yang aman
Verifikasi dan jadiin portfolio
Envi BagusUI/UX - Vibe Coder · Native ProductionsDi era AI, kemampuan membuat produk digital bukan lagi hanya dimiliki oleh programmer. Dengan pendekatan Vibe Coding, siapa pun kini bisa mengubah ide menjadi website, landing page, atau tools yang benar-benar berfungsi hanya dengan memanfaatkan AI secara efektif.
Di kelas modular self-paced ini, kamu bakal belajar Vibe Coding dari nol, mulai dari mengubah mindset koding manual ke intent-based development, setup tools modern (Warp & Open Claude), trik menghemat biaya token hingga 90%, sampai cara debug dan deploy aplikasi pertamamu secara otomatis.
Kelas ini cocok untuk pemula maupun profesional yang ingin meningkatkan produktivitas dengan bantuan AI.
6 Modul untuk Membangun Workflow Vibe Coding dari Nol
Fundamental Vibe Coding: Pahami cara kerja Vibe Coding sebelum mulai coding
Tools & AI Ecosystem: Bangun environment yang siap untuk AI-assisted development.
Project Context dengan .md: Bikin AI lebih paham project kamu.
Token Hacks & Cost Optimization: Cost-per-task, model selection, prompt caching, structured outputs, frontier vs cheap models
Error Solving & Debugging: Ketika AI mentok, kamu tahu harus ngapain.
Deployment & Best Practices: Dari project lokal sampai siap di-shipping
Banyak orang mengira Vibe Coding hanya soal meminta AI membuat kode. Padahal, kemampuan yang paling penting adalah mengetahui cara memberikan instruksi yang tepat
AI bisa membantu menulis kode lebih cepat, tapi tanpa workflow yang tepat, kamu justru bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk revisi, debugging, dan mengulang hal yang sama
Di kelas ini, kamu tidak hanya belajar cara memberi prompt ke AI, tetapi juga memahami cara berpikir dan workflow di baliknya mulai dari memberi konteks, membangun fitur, debugging, hingga membawa project sampai siap digunakan.
Mengubah ide menjadi technical direction
Membangun context project yang bisa dipahami AI
Memilih model berdasarkan kebutuhan task
Membangun dan melakukan iterasi aplikasi dengan AI
Menganalisis dan memperbaiki error
Mengontrol token & biaya
Melakukan deployment
Menjaga project tetap maintainable
Pemula yang ingin mulai belajar Vibe Coding.
Freelancer yang ingin bekerja lebih cepat dengan AI.
Digital Marketer yang ingin membuat landing page tanpa developer.
UI/UX Designer yang ingin mengubah desain menjadi website.
Content Creator yang ingin membangun tools sendiri.
Business Owner dan UMKM yang ingin memanfaatkan AI untuk mengembangkan bisnis.
Warp: AI-native terminal & development workflow
Open Claude: AI coding & agentic workflow
9router: Multi-model routing & cost optimization
Juan Akbar RonaldiAI Vibe Coder · Native ProductionsPake AI buat Vibe Coding - Ga harus bayar
Buku ini catatan perjalanan nyata penulis — background HR, bukan anak IT — yang belajar ngoding dari nol pake bantuan AI, tanpa modal subscription mahal.  Isinya bukan teori doang: ada strategi manfaatin free tier dari berbagai platform AI (Groq, OpenRouter, Cloudflare Workers AI, NVIDIA NIM, Qwen Cloud, dll), konsep token economy, sampe cara nyusun workflow biar nggak gampang mentok token. Bab 1–3: Cerita perjalanan awal jadi "vibe coder", trial & error platform, sampe nemu konsep distribusi token Bab 4–6: Bagian teknis — token economy, breakdown 7+ platform free tier, strategi router/orchestration Bab 7–9: Praktik — setup guide zero to hero, daily workflow, project structure, mistake umum, legal/ethical consideration, kapan waktunya upgrade ke paid tier Bonus: 3 studi kasus proyek nyata (landing page, ERP logistik, sistem HR) yang beneran dibangun pakai vibe coding
AI sekarang bisa bantu kamu melakukan banyak hal dari research, design, sampai menulis code, tapi bisa menggunakan AI saja belum cukup
Kamu perlu tahu apa yang harus dibangun, kenapa harus dibangun, bagaimana mendesainnya, dan bagaimana membawanya sampai jadi produk yang benar benar siap digunakan.
The AI Product Blueprint menggabungkan 3 kelas modular untuk membantumu memahami proses tersebut dari awal sampai akhir.
Karena membuat produk dengan AI bukan cuma soal prompt, generate, selesai. Ada proses berpikir yang perlu dilakukan sebelum mulai, ada keputusan desain yang perlu punya alasan, dan ada workflow development yang perlu terstruktur.
01 — The Vibe Coding Playbook
Dari Zero sampai Deploy
Pelajari dasar Vibe Coding dari nol, setup tools, membangun context untuk AI, mengoptimalkan penggunaan token, debugging, hingga deployment aplikasi.
02 — The Designer Blueprint
Shifting from Designing to Strategist with AI
Belajar berpikir lebih jauh dari sekadar membuat UI. Mulai dari memahami brief, merumuskan problem, menentukan prioritas, menyusun PRD, hingga menerjemahkannya menjadi solution dan design yang siap dipresentasikan.
03 — The Vibe Coding Workflow
A Structured System for Building Apps with AI Agents
Bawa product idea menjadi aplikasi yang benar-benar bisa dibangun. Pelajari workflow terstruktur mulai dari problem research, specification, context engineering, design system, development, testing, hingga shipping.
Mulai dari problem, bukan sekadar ide, belajar memahami brief, melakukan research, mengunci asumsi, menemukan problem yang sebenarnya, dan menentukan arah produk.
Ubah problem menjadi solusi yang jelas, bangun HMW, persona, solution concept, user flow, design system, hingga hi-fi design dengan bantuan AI.
Bawa desain dan ide menjadi produk, pelajari cara memberikan context yang tepat kepada AI, menyusun specification, membangun UI, menghubungkan database, dan bekerja dengan AI Agents.
Jangan berhenti di prototype, belajar melakukan verification, debugging, optimasi, dan membawa aplikasi dari local environment sampai siap digunakan.
Mengubah brief menjadi problem dan arah produk yang lebih jelas
Menggunakan AI untuk research dan eksplorasi solusi
Membuat PRD, user flow, dan design system
Membangun context yang lebih mudah dipahami AI
Menggunakan AI Agents dalam proses development
Membangun aplikasi dari nol
Melakukan testing, debugging, dan verification
Mengontrol penggunaan AI dan biaya token
Membawa project sampai tahap deployment
Product/UI/UX Designer
Ingin naik level dari sekadar membuat screen menjadi designer yang memahami problem dan keputusan produk.
Developer
Ingin membangun workflow development yang lebih efektif dengan AI Agents.
Vibe Coder
Sudah mencoba coding dengan AI, tapi mulai kewalahan ketika project semakin kompleks.
Product Builder/Founder
Punya ide produk dan ingin bisa membawa ide tersebut menjadi MVP yang benar-benar bisa digunakan.
Digital Marketer/Creator
Ingin bisa membuat landing page, website, atau tools sendiri tanpa selalu bergantung pada developer.
Belajar langsung dari mentor yang ahli di bidangnya.

Alif Laikpadada
Product Designer
Product Designer, ketua komunitas UXID Bali dan UI/UX Expert

Envi Bagus
UI/UX - Vibe Coder · Native Productions
Envi adalah seorang Vibe Coder Expert & UIUX Designer yang telah membuat banyak aplikasi hanya dengan AI

Juan Akbar Ronaldi
AI Vibe Coder · Native Productions
Juan Akbar Ronaldi adalah seorang vibe coder asal Tangerang Selatan dengan latar belakang Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Bukan berasal dari dunia IT atau computer science, Juan memulai perjalanan coding-nya dari nol setelah bekerja sebagai HRD Generalist di sebuah perusahaan IT consultant. Karena kebutuhan pekerjaan, Juan mulai belajar membuat landing page dengan bantuan AI hingga akhirnya masuk ke dunia software engineering. Pada April 2026, ia resmi mendalami vibe coding, yaitu pendekatan membangun software dengan AI sebagai co-pilot utama dalam proses berpikir, menulis kode, dan mengembangkan produk digital. Dalam waktu singkat, Juan berhasil mengerjakan beberapa project nyata seperti MasterMove Indonesia, Personal HR System, dan Logistik ERP. Saat ini, Juan fokus membagikan pengalaman praktisnya kepada orang-orang non-IT yang ingin mulai membangun aplikasi dengan bantuan AI.
Series terbaru dari Native Academy — paket kelas, webinar, dan eBook pilihan dalam satu harga. Belajar langsung dari para ahli di bidangnya.
Gabung ke grup WhatsApp komunitas dan belajar bareng ribuan learner lainnya. Gratis.
Gabung Komunitas WhatsApp